Minggu, 03 Juli 2011

Ulama Sesat Pelopor Lahirnya Bangsa Biadab


Ulama Sesat
Pelopor Lahirnya Bangsa Biadab
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan dari jenis manusia dan dari jenis jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu manusia.” (QS.AL_AN’AAM, 112).
 “Pada akhir zaman nanti banyak orang beribadah bodoh dan jahil karena ajaran ulama suu’ (jahat) dan fasik, ajarannya sesat dan menyesatkan, mereka alim dalam lidah dan penampilan tetapi bodoh hati dan amalnya” (HR,Muslim).

Ada persamaan antara jahiliyah dengan muslim di Indonesia, mereka sama-sama bergelimang dengan maksiat dan kejahatan, dan senang melakukan perbuatan keji dan munkar di bumi Allah. Perbedaannya hanyalah, jahiliyah hidup pada zaman Rasulullah, sedangkan mereka yang mengaku muslim hidup pada zaman jahiliyah modern.
Jahiliyah dikenal biadab, karena memang tidak bertuhan kepada Allah, sangat membenci, menghina bahkan menganiaya Rasulullah dan tidak mengakui Al_Quran. Muslim Indonesia Indonesia walaupun mengaku bertruhan kepada Allah, mengaku umat Nabi Muhammad dan mengaku percaya Al_Quran. Tetapi mereka juga dikenal biadab, karena mereka mengingkari perintah Allah, mempermalukan dan menghina ajaran Rasulullah serta tidak mengindahkan dan melecehkan ayat-ayat Al_Quran.

Faktanya bangsa ini dipenuhi para koruptor, para mafia pajak, mafia peradilan, mafia jabatan, makelar kasus, penjudi, perampok, pemerkosa, kawin cerai, sodomi, pengedar ekstasi, pengguna shabu, penipu, pencopet, pesta sex dsb. Dimana hampir 1000% pelakunya adalah umat yang mengaku muslim. Mereka memenuhi ruang pengadilan, memenuhi sel tahanan Polri, memenuhi komplek pelacuran, memenuhi tempat hiburan malam, memenuhi tempat perjudian, mereka juga penuh dalam penjara.

 “Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat”. (QS.AL_MAA-IDAH, 79). “Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu”. (QS.AL_AN’AAM, 123).

Di Indonesia tiada hari tanpa maksiat dan kejahatan, di Istana, di kantor Gubernur, kantor Bupati, kantor camat, di kantor Polisi, Perbankan, kantor Jaksa,  di rumah, di mesjid, di pesantren, di kampus, di sekolah, di pasar, di terminal, di bandara, di kolong jembatan pun, di jalan raya, di mall dsb. Setiap hari ada saja peristiwa maksiat dan kejahatan yang dilakukan oleh budak iblis.

 Semua rakyat Indonesia,  mempunyai peran  dalam pesta perbuatan keji dan munkar, mulai anak-anak, remaja, mahasiswa, laki-laki, perempuan, tua muda, kakek nenek, Pemimpin, Wakil rakyat, Gubernur, Bupati, Wali Kota, Peg. Bank, pengusaha, pedagang, guru, oknum Polisi, Jaksa, Hakim, pemulung, pengamen dsb, bahkan yang sangat memalukan adalah, ikutnya ulama , kiyai dan ustadz dalam pesta maksiat itu.

Bahkan umat islam di Indonesia lebih berani dari jahiliyah, mereka berani melakukan maksiat dan kejahatan yang tidak pernah dilakukan oleh iblis, jahiliyah dan binatang sekalipun. Seperti ayah memperkosa anak, kakak memeperkosa adik, anak membunuh ibu, anak membunuh bapak, selingkuh dan masih banyak maksiat yang dilakukan telah menusuk perasaan umat islam.Umat islam juga penuh di tempat pelacuran, penuh di tempat hiburan malam, penuh di tempat perjudian, penuh di warung minuman keras dsb.
Sesungguhnya muslim di Indonesia lebih kejam dari jahiliyah, lebih sadis, lebih beringas, lebih tidak bermoral dan lebih biadab dari jahiliyah. Mereka mengatas namakan islam, berlindung dibalik panji kebesaran islam, hanya untuk melampiaskan nafsu bejat, bafsu iblis dan nafsu binatangnya.

Kebiadaban mereka sudah diluar batas, Islam telah dijadikan kedok, ritual islam hanya dijadikan symbol dan membentuk aliran dan golongan islam hanya untuk memecah belah umat. Mungkinkah semua ini hanya fitnah atau tuduhan tanpa dasar. Agar tidak saling menyalahkan dan saling tuduh, maka Al_Quran akan menjelaskan penyebab terjadinya semua maksiat dan kejahatan itu.

“Yang demikian itu disebabkan Karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu bersuka ria dalam kemaksiatan.” (QS.AL_MU’MIN, 75). 
“Dan mereka berkata : “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta’ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar.” (QS.AL_AZHAB, 67).
“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (catatan Malaikat). “Dan segala urusan yang kecil maupun yang besar adalah tertulis”. (AL_QAMAR, 52,53).

 “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”. (QS.AL_ISRA’, 14).

“Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quraan) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quraan itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. (QS.AL-AN’AAM, 114)
Selama ini, setiap terjadi maksiat dan kejahatan, seperti korupsi, mafia pajak, makelar kasus, pembunuhan, mafia peradilan,pesta sex, pesta miras dsb, hanya menyalahkan Presiden, Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, KPK, DPR, MK dsb.
Sedangkan para ulama, kiyai dan ustdz luput dari tuduhan ini. Karena mereka sudah dianggap manusia suci yang terlepas dari kesalahan. Rasanya tidak pantas dan tidak etis kalau penyebab terjadinya kemerosotan moral dan maraknya maksiat dan kejahatan dituduhkan kepada ulama. Karena umat islam beranggapan bahwa ulama, kiyai dan ustadz itu adalah  pewaris Nabi.

Tetapi bagaimana mungkin para ulama , kiyai dan ustadz tidak mengetahui adanya perbuatan maksiat dan kejahatan yang terjadi hampir setiap detik dan setiap hari itu. Padahal diantara pelaku maksiat ada dari pengkutnya, ada saudaranya, ada kenalannya, ada tetangganya, ironisnya ternyata yang  menjadi pelaku maksiat dan kejahatan itu justru  adalah ulama, kiyai dan ustadz itu sendiri.

 “Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang munafik”. (QS.AL_AHZAB, 11).
 “Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari azab Kami? Amat buruk apa yang mereka tetapkan itu”. (QS.AL_AHZAB,4)  

Ayat ini sangat jelas dan tegas, bahwa kehancuran bangsa bukan karena orang kafir, Yahudi , Amerika, orang tidak berpendidikan, orang yang tidak beragama, orang yang tidak shalat, orang yang tidak puasa, bukan karena miskin, bukan karena penganngguran dsb.

Sesungguhnya ulama sesat mempunyai peran sangat besar dalam melakirkan pemimpin zholim. Kolaborasi ulama sesat dan pemimpin zholim telah menghasilkan umat yang bergelimang dengan maksiat dan kejahatan. Ulama pasti bangga karena  bangsa Indonesia  telah memperoleh gelar bangsa terkorup, bangsa barbar, bangsa bodoh, bangsa pengirim budak, bangsa yang tidak punya harga diri, bangsa tidak punya rasa malu dsb. 

”Orang-orang yang munafiq itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. ….. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu”. (QS.AT_TAUBAH, 64).

“Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?” (QS.MUHAMMAD, 29), “Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka”.(QS.AL_INSYIQAQ, 23).

“ Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang beriman. Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri, sedang mereka tidak sadar. “ (QS.AL_BAQARAH, 9).
 “Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka.” (QS.AN_NISAA’, 108).
 “Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (catatan Malaikat). “Dan segala urusan yang kecil maupun yang besar adalah tertulis”. (AL_QAMAR, 52,53).

Maksiat dan kejahatan yang dilakukan ulama dalam pendangan Al_Quran sbb :

I.                   Ulama dan pengikutnya melaksanakan shalat mabuk.

“Hai orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam  MABUK, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,” (QS.AN_NISAA’, 43).

Banyak ulama dari semua aliran, golongan dan mazhab dan pengikutnya yang masih melaksanakan shalat mabuk, yaitu shalat sambil berkhayal dan melamun.

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.” (QS.JAATSIYAH, 23). “Terangkanlah kepada KU tentang orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya”. (QS.AL_FURQAAN, 43).

“Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka”. (QS.AN_NAJM, 23).

“Dijadikan indah pada pandangan manusia  (nafsu) kecintaan kepada apa yang diingini, yaitu : wanita, anak, harta yang banyak, emas, perak, kuda pilihan dan sawah ladang, di sisi Allah lah tempat kembali”. (QS,ALI_IMRAN,14).

Hawa nafsu inilah yang selalu hadir dan muncul ketika shalat, ingat wanita, isteri, anak, pacar, harta, pangkat, mobil, kuda, kambing, motor, HP, dompet  dsb.
Artinya ulama dan pengikutnya ketika melaksanakan shalat, mulai dari berdiri tegak dia ingat isteri muda, takbir ingat anak, membaca fatihah ingat sawah, ruku’ ingat no HP pejabat, I’tidal ingat kerbau, sujud lagi ingat BMW, ketika salam ingat HP, motor, ingat santri, ingat laptop, ingat dompet dsb.

“Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka”. (QS.AN_NAJM, 23)
“Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah,  bahwa sessungguhnya golongan syaitan itu golongan yang merugi.” (QS.AL_ MUJAADILAH, 19). “Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah.” (QS.AL_BAQARAH, 165).
Untuk lebih jelasnya perhatikan ayat berikut,

“Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara Kami dengan kamu , bahwa kami tidak tahu menahu tentang penyembahan kamu kepada Kami*) (QS.YUNUS, 29). *) Allah tidak tahu menahu bagaimana orang bisa menyembah berhala, karena orang-orang yang menyembah berhala itu sebenarnya bukanlah menyembah berhala, hanyalah menyembah hawa nafsu mereka sendiri, karena hawa nafsu merekalah yang menyuruh menyembah berhala.
1.      Jahiliyah mendatangi patung dan berhala secara fisik, kemudian menyembah patung dan berhala itu.
2.      Muslim Indonesia, mendatangi mesjid, kemudian secara fisik melaksanakan shalat tetapi hati dan pikirannya tetap ingat patung dan berhala.

“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang beriman. Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri, sedang mereka tidak sadar.“ (QS.AL_BAQARAH, 9). ”Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya.” (QS.QAAF, 16).
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya”. (QS.AL_ANFAL,27).
”Dan Allah untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati”. (QS.ALI_IMRAN, 154).

II.                Mencerai beraikan umat islam

“Dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang kebenaran Al_Quran itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh”. (QS.AL_BAQARAH, 176).
“Tegakkanlah agama, dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya”. (QS.ASY_SYUURA, 13).

“Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih.” (QS.YUNUS, 19). “Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”. (QS.AL_ISRA’, 53 ).
Ulama sesat tidak hanya bisa mencerai beraikan dan memecah umat islam dalam banyak aliran, golongan, mazhab dan sekte, tetapi juga dalam banyak partai islam. “Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”. (QS.AR_RUUM, 32). 
“Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka terpecah belah, yang demikian itu kerena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti”. (QS.AL_HASYR, 14).

Ulama, kiyai dan ustadz tidak hanya membentuk aliran dan partai, tetapi mereka juga membentuk kelompok-kelompok. Ulama juga bertugas melindungi kelompok koruptor, kelompok mafia pajak, mafia peradilan, kelompok penyelundup dsb.
 Akhirnya perpecahan dan perselisihan dalam islam, telah mencapai puncaknya, ketika persaudaraan muslim, telah berubah menjadi persaudaraan iblis. Sesama muslim  mereka telah saling dengki, saling fitnah, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi, saling menyerang , saling mempermalukan saling menzholimi. Bahkan sesama muslim telah halal darahnya, hartanya dan kehormatannya, karena hal-hal sepele bisa terjadi saling bunuh.

 “Dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan diantara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan”. (QS.AL_BAQARAH, 213).

III.             Menjual murah ayat –ayat Al_Quran.

Ulama sesat tidak pernah malu dan takut kepada Allah, mereka berani menjual ayat Al_Quran hanya untuk mengisi rekening tabungannya dan untuk biaya menambah isteri muda,  
“Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasyik.(QS.AT_TAUBAH,8).

 “Katakanlah (hai Muhammad) : ”Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas dakwahku, dan bukankah aku termasuk orang-orang yang mengada-ngadakan”. “Al_Quran tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.” (QS.SHAD, 86, 87).
Katakanlah : ”Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan Al_Quran. “Al_quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat”. (AL_AN’AM, 90). “Atau kamu meminta upah kepada mereka?, maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezki Yang Paling Baik”. (QS.AL_MU’MINUN, 72). Ulama sesat hanya bisa membual dihadapan para pejabat, para penguasa, pengusaha dan orang kaya, ulama sesat hanya berharap mendapat santunan dan bantuan HP serta BMW.

Lahirnya pemimpin zholim.

“Hai orang yang beriman janganlah kamu mengambil jadi pimpinanmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan.” (QS.AL_MAA-DAH,57),
“ Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS.AL_MAA-IDAH, 50).

 “Dan demikian Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zdolim itu menjadi teman sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan”. (QS.AL_AN’AAM, 129).

 “kamu menjadikan sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan ada satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan lain.” (QS.AN-NAHL, 92).
 “Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan tergelincir kakimu sesudah kokoh tegaknya.”(QS.AN-NAHL, 94).

Mafia peradilan, mafia pajak Gayus, mafia century, mafia pemilu, mafia jabatan, mafia hukum dsb, tidak mungkin terbongkar. Karena mereka telah berkolusi untuk membuat dan mempercayai hukum  manusia dengan mengabaikan hukum Allah. “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah menjadi saksi dengan adil.” (QS.AL_MAA-IDAH, 8).

“Barang siapa tidak memutuskan perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itu adalah orang-orang yang zdolim.” (QS.AL_MAA-IDAH , 45). “Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.” “Jika mereka berpaling dari hukum yang telah diturunkan Allah, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka.” (QS.AL_MAA-IDAH,48,49).

 Janji palsu, sumpah palsu sudah sering kita dengar, sumpah jabatan palsu, sumpah pernikahan palsu, dan sumpah itu hanya untuk mengumbar nafsu iblis mereka. Bagi mereka sumpah hanya untuk mengelabui rakyat, begitulah sumpah yang dilakukan anggota Dewan, Gubernur, Bupati, Menteri, dll,  mereka bersumpah atas nama iblis.
 “ Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpahmu itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu terhadap sumpah-sumpah itu, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS.AN-NAHL, 91).

Kolaborasi Pemimpin zholim, wakil rakyat yang berkhianat dan pengusaha yang rakus telah membodohi rakyatnya. Dibawah pemimpin zholim , semua kekayaan alam dijual ke asing, hutan ditebangi, hasil laut dikuras, hasil tambang dijual murah dsb.

Sedangkan rakyat dibiarkan merasakan penderitaan dan kesengsaraan tiada akhir. Rakyat sulit mencari pekerjaan, tingginya biaya sekolah, sulit biaya hidup, sulit minyak, sulit listrik dsb. Rakyat hanya jadi budak di negeri sendiri, budak di negeri asing, jadi buruh pabrik, jadi tukang parkir, jadi pemulung, jadi pengamen, jadi pengemis, jadi pencopet, penipu , perampok, pengedar ekstasi, pengedar shabu dsb.

Rakyat bergelimang dengan maksiat dan kejahatan.

“Dan mereka berkata : “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta’ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar.” (QS.AL_AZHAB, 67).

“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (catatan Malaikat). “Dan segala urusan yang kecil maupun yang besar adalah tertulis”. (AL_QAMAR, 52,53).

1.“Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasannya adalah jahanam.” (QS.AN_NISAA’, 93). “Barang siapa membunuh seorang manusia , bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya, Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memlihara kehidupan manusia.”(QS.AL_MAA-IDAH, 32).

2. Maraknya perzinaan  dan perselingkuhan dikalangan artis, wakil rakyat  para pejabat, pengusaha, pelajar, mahasiswa dsb. “dan jangan kamu mendekati zina , sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS.AL_ISRA’, 32). 

 3. Banyaknya  pemalsuan, penipuan dikalangan pengusaha dan pedagang, sudah bukan rahasia. “Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar.” (QS.AL_ISRA’, 35). “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS.AL_MUTHAFFIFIN, 1,2,3).

4. Sodomi dan kaum homo bebas berkeliaran menjajakan diri. “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun di dunia sebelummu?. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu.” (QS.AL_A’RAAF, 80,81).

5. Telah terjadi tawuran antar pelajar, antar mahasiswa, supporter, antar kampung, anatar desa, konflik Aceh, konflik Poso, konflik pilkada, pileg dsb. “Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan :”Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadap kamu, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu.” Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat atau berhadapan, syaitan itu balik ke belakang seraya berkata : ”Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat, sesungguhnya saya takut kepada Allah”. Dan Allah sangat keras siksa Nya.” (QS.AL_ANFAAL, 48).

 6.. “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul.”(QS. AL_MUJAADILAH, 9). “Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang ada di bumi?. Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia lah yang keempatnya. Dan tiada pembicaraan lima orang, melainkan Dia lah yang keenamnya. Dan tiada pembicaraan antara antara yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di manapun mereka berada.” (QS.AL_MUJAADILAH, 7).

 7. “Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa akan larangan itu, maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat akan larangan itu”. (QS.AL_AN’AAM, 68). “Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah mereka dengan Al_Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri.” (QS.AL_AN’AAM, 70).

8. ”Sesungguhnya yang mengadakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (QS.AN-NAHL, 105).   “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang munkar. (QS.AN_NUUR, 21).  
9. “Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya. Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan tetapi mereka tidak sadar.” (QS.AL_BAQARAH, 10,12).  Mereka tidak sadar bahwa riba, judi, mabuk, aborsi, kawin cerai, menelantarkan anak, kekerasan rumah tangga, sodomi, film porno, suap, sogok, rampok, maling dsb sangat dibenci Allah.

 “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS.AL_ANFAL, 27).
 “Allah berfirman : “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu pula pada hari ini kamupun dilupakan”. (QS.TAHA, 26).

“Yang demikian itu disebabkan Karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu bersuka ria dalam kemaksiatan.” (QS.AL_MU’MIN, 75). 

“Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat Nya, hukum-hukum Nya supaya kamu memahaminya. (QS.AL_BAQARAH, 242).
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar